Pengembangan Industri Perakitan Komputer Berbasis SMK

Jakarta, Jumat (6 Juni 2008) — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam hal ini Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan berencana mengembangkan industri perakitan komputer berbasis SMK. Sebanyak 200 laboratorium perakitan komputer akan dibangun di sejumlah SMK di Indonesia. Direncanakan, laboratorium ini akan merakit sebanyak 12.000 unit personal komputer (PC) guna memenuhi kebutuhan komputer di SMK.

Selain dijadikan unit perakitan komputer di SMK, laboratorium ini juga akan menjadi unit perbaikan atau servis komputer dan sekaligus sebagai distributor atau agen komputer. “Dalam jangka panjang sekolah di luar SMK pun akan membeli karena harganya murah, disamping itu ada pasca jualnya,” kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Pembinaan SMK, Joko Sutrisno, dengan Direktur PT. Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik, di Gedung Depdiknas, Jakarta, Jumat (6/06/2008).

Pada tahap awal, sebanyak 400 guru bidang teknik komputer dan jaringan(TKJ) akan dilibatkan mengikuti pelatihan selama seminggu pada Juni 2008 di Jakarta. Selanjutnya, setelah mendapat sertifikat, mereka akan kembali ke sekolah untuk mengajar siswanya merakit PC yang diberi merk ‘SMK Zyrex’. Laboratorium ini akan dikembangkan di beberapa kota diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Medan.

Joko mengungkapkan, selama ini permasalahan perawatan komputer yang dihadapi oleh banyak sekolah adalah kesulitan memperbaiki pada saat terjadi kerusakan. Siswa SMK, kata dia, senyampang dengan praktek sekaligus merawat laboratorium komputer yang ada di sekitar sekolahnya. “SMK terdekat akan menjadi agen perawatan purna jual,” katanya.

Timothy mengatakan, para guru peserta pelatihan tidak hanya dididik bagaimana bisa merakit PC dengan baik, tetapi juga berdisiplin melakukan proses perakitan sesuai standar yang diterapkan. “Hari ini bisa merakit dengan bagus dan besok bisa merakit dengan kualitas yang sama, kalau bisa lebih baik,” katanya.

Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pembinaan SMK Marthen K. Patiung menyebutkan, kebutuhan dana untuk menyiapkan 200 laboratorium perakitan komputer sebanyak Rp.120 juta  per sekolah.

Joko menambahkan, inisiatif kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah pusat cukup menarik perhatian pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam program yang sama. Dia mencontohkan, Pemerintah Daerah Kota Malang berencana akan mengalokasikan dana untuk membeli sebanyak 3.000 PC dengan biaya APBD.***

Sumber: http://www.depdiknas.go.id/

One Response to “Pengembangan Industri Perakitan Komputer Berbasis SMK”

  1. Terima kasih atas infonya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: